Rabu, Maret 05, 2008

KEMBANG MALAM

Merasuk angin menampar malam

Menjamu gelap dengan lipstick tebal

Datang dengan sayup senja dijalan tak bertapak

Mencari tuan dengan langkahseribu galau

Menambah kuncup yang mekar di pinggir trotoar

Dengan senyum binal dan senjata handal

Menebar wangi jerat asmara

Mengikat nafsu tanpa terbayang dosa

Di pupuk nista untuk sebuah harga

Kian subur dengan desahan malam yang ngilu

Bekas darah menjerit mengutuk dan memaki

Untuk sisa perbuatan yang Belum tau ujungnya

Gelegak tawa puas mengantar terbang rupiah kedada

Besok anaku bisa minum susu lagi

Itu jawaban yang pernah kutanyakan padanya

Ataupun lebih sedih lagi untuk didengarnya

Gurat malam menyembur tanya

Mengapa tumbuh kembang disaat senja

Berpayung gedung tua susuri lorong panjang

Akan tumbuh setiap hari

Dijalan jalan kota yang penuh daki

Suara malam menuju tengah

Antar gegap tenggelam dalam riuh

Semakin keras yang meringis mengaduh

Malam semakin teduh

Lebih sedikit raja yang berkunjung

Binatang malam saja yang bersuara penuh tanya

Menyanyi ragu dengan situasi penuh wajah murung

Garis garis pagi sudah mengintip

Memaksa tempat untuk di sulap

Berubah bersih tanpa najis

Yang seolah tak pernah terjadi

Tidak ada komentar:

Mata hari kembali

Mata hari kembali
saat siang tak lagi setia dengan sang surya gelap datang selimuti dan malam akan datangkan hiasannya seperti bintang dan bulan untuk tempat yang selalu dirundung sunyi, malam .... ? ruang kontemplasi dan instropeksi buat diriku.